Pagoda Sata Sahasra Buddha, Dibangun selama 7 Tahun dan Cetak 2 Rekor MURI

pagoda tertinggi

Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau terkenal akan sejarah, budaya dan adat istiadat Melayu. Tak heran jika kota ini dijuluki dengan Kota Gurindam Dua Belas, karena bersemayam Raja Ali Haji yang tersohor karena karya sastra ‘Gurindam Dua Belas’. Namun tak hanya itu, kota ini juga memiliki pagoda tertinggi di Indonesia, yakni Pagoda Sata Sahasra Buddha.

Pagoda ini berlokasi di lingkungan Vihara Avalokitesvara Graha, salah satu vihara populer di Tanjungpinang. Diklaim sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Tempat ini memiliki tinggi 46,8 meter, panjang 52 meter, lebar 32 meter dan tersusun atas sembilan lantai. 

Setelah peresmiannya pada Juli 2023, Museum Rekor Indonesia (MURI) langsung memberikan piagam kepada Pembina Yayasan Maitri Paramita, Hengky Suryawan. Tak hanya mendapatkan piagam sebagai pagoda tertinggi, Sata Sahasra Buddha juga berhasil mencetak rekor MURI lainnya karena memiliki keramik motif arca Buddha terbanyak pada dinding bangunan. 

Total keramik yang terpasang adalah 20.708 keping. Rupanya, butuh waktu yang tak sebentar untuk membangun Pagoda Sata Sahasra Buddha ini, yakni selama tujuh tahun. Selain itu, total biaya yang dikeluarkan untuk membangun tempat ini sekitar Rp 100 miliar.

Menurut Hengky, pagoda ini bisa menampung sekitar 2000 umat Buddha dalam kegiatan sembahyang. Lebih lanjut, seluruh nama provinsi di Indonesia ada di Pagoda Sata Sahasra Buddha. Hal ini bisa menjadi kenang-kenangan untuk seluruh Indonesia.

Pagoda ini bisa menjadi alternatif destinasi wisata di Tanjungpinang, khususnya Pulau Bintan, mengingat lokasinya yang masih satu area dengan Vihara Avalokitesvara Graha. Vihara tersebut memang sudah menjadi salah satu destinasi wisata populer bagi warga lokal maupun warga luar Tanjungpinang.

Sebelum pandemi COVID-19 menyerang, wisatawan yang berkunjung ke Vihara Avalokitesvara Graha bisa mencapai delapan bus sehari. Di dalam vihara pun ada patung Dewi Kwan Im setinggi 22,8 meter dan diklaim sebagai salah satu patung tertinggi di Asia Tenggara. 

Saat ini, dengan adanya Pagoda Sata Sahasra Buddha, diharapkan kunjungan wisatawan semakin meningkat. Hal serupa juga sempat disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat berkunjung ke Vihara Avalokitesvara Graha dan Pagoda Sata Sahasra Buddha pada Januari 2024 lalu. 

Menag menyebut vihara dan pagoda yang didatanginya sebagai tempat yang luar biasa. Tak hanya itu, Yaqut juga mengaku takjub dengan keindahan desain dan ornamen Pagoda Sata Sahasra Buddha, terutama keramik motif arca Buddha yang dipesan dan dicetak khusus dari pabrik di Tiongkok.

Menurutnya, tempat ini bisa menjadi destinasi religi yang bisa dikunjungi oleh umat dari agama lain. Menag menyebut, agama tidak boleh menjadi penghalang persaudaraan. Apalagi, Kota Tanjungpinang sendiri terkenal akan toleransi antarumat beragama yang cukup tinggi, bahkan dengan indeks tertinggi di Indonesia.

Akses menuju Pagoda Sata Sahasra Buddha ini tidaklah sulit. Dari pusat kota Tanjungpinang, Anda hanya akan menempuh perjalanan sepanjang kurang lebih 8 kilometer selama 14 menit. Bahkan lokasi ini dekat dengan Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah. 

Dari bandara, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar sembilan menit saja (kurang lebih empat kilometer) untuk menuju Pagoda Sata Sahasra Buddha.

Ingin mengetahui lebih banyak tentang pagoda tertinggi, wihara, atau lokasi unik lainnya di Indonesia yang belum diketahui banyak orang? Simak terus artikel dari Indonesia Kaya dan temukan beragam informasi penting di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *